1
1
akhunku.com – Saishunkan Pharmaceutical resmi melakukan debut internasional yang cukup mengejutkan di ajang HKTDC Beauty & Wellness Expo 2026 di Hong Kong. Meski selama ini sudah memiliki pelanggan loyal di kawasan tersebut, kehadiran langsung produsen kosmetik asal Kumamoto, Jepang, ini di salah satu pameran kecantikan terbesar Asia justru baru terjadi tahun ini. Bagi pembaca di Indonesia, langkah ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana sebuah brand skincare matang di pasar domestik, lalu perlahan mengekspansi pasar Asia dengan strategi yang sangat terukur.
Saishunkan Pharmaceutical dikenal luas di Jepang melalui lini skincare andalannya, Domohorn Wrinkle. Ini adalah rangkaian perawatan kulit yang fokus pada masalah penuaan, seperti flek, bintik hitam, kerutan, hingga penurunan elastisitas kulit seiring usia. Di tengah persaingan industri kosmetik Jepang yang sangat ketat, Domohorn Wrinkle berhasil mencatat repeat purchase rate hingga 93% di pasar domestik.
Angka ini bukan sekadar statistik pemasaran. Berdasarkan survei internal perusahaan pada April 2025, 93% pembeli tahun 2023 kembali melakukan pembelian dalam waktu satu tahun, khusus untuk paket 8 produk Domohorn Wrinkle. Dalam dunia skincare, repeat purchase merupakan indikator paling konkret bahwa:
Jika ditarik ke konteks Indonesia, angka 93% repeat purchase untuk sebuah rangkaian anti-aging tergolong luar biasa. Rata-rata, konsumen Indonesia justru dikenal gemar mencoba-coba produk baru. Tingkat kesetiaan setinggi itu menandakan bahwa Saishunkan Pharmaceutical bukan sekadar menjual tren, tetapi menawarkan sistem perawatan kulit yang menyeluruh dan konsisten.
Pameran HKTDC Beauty & Wellness Expo yang digelar di Hong Kong Convention and Exhibition Centre pada 13–17 Agustus 2026 merupakan salah satu agenda penting di kalender industri kecantikan Asia. Tahun sebelumnya, ajang yang diselenggarakan bersama pameran terkait ini berhasil menarik sekitar 500.000 pengunjung, menegaskan posisinya sebagai barometer tren kecantikan regional.
Di tengah hiruk pikuk merek-merek global dan lokal yang berlomba unjuk gigi, Saishunkan Pharmaceutical memilih momen 2026 sebagai panggung debutnya. Menariknya, meskipun Domohorn Wrinkle sudah memiliki basis pelanggan setia di Hong Kong, merek ini sebelumnya hanya hadir secara daring melalui situs resmi, tanpa kehadiran fisik di pameran.
Kehadiran booth Saishunkan di HKTDC tahun ini menghadirkan beberapa hal baru yang tidak bisa didapatkan pelanggan hanya dengan berbelanja online, mulai dari sesi konsultasi langsung, kesempatan mencoba tekstur dan aroma produk, hingga edukasi tatap muka mengenai cara pemakaian yang tepat.
Di balik kesuksesan Saishunkan Pharmaceutical terdapat sebuah filosofi yang sangat kuat: “Apa yang Anda oleskan ke kulit harus sama terpercaya dengan apa yang Anda makan.” Filosofi ini lahir dan dihidupkan di kantor pusat perusahaan yang berlokasi di Kumamoto, Kyushu, Jepang.
Di area yang luas tersebut, perusahaan menangani hampir seluruh rantai nilai secara terintegrasi:
Pendekatan in-house ini mengingatkan pada cara kerja sejumlah brand Jepang lain yang mengedepankan kualitas dan konsistensi di atas ekspansi masif. Fokusnya bukan sekadar seberapa jauh produk tersebar, tetapi seberapa dalam kepercayaan yang berhasil dibangun dengan setiap pelanggan.
Filosofi serupa sebenarnya mulai berkembang juga di kalangan konsumen Indonesia yang semakin sadar bahan (ingredient-conscious). Mereka lebih kritis membaca label, mencari tahu asal-usul bahan, dan menuntut transparansi. Dalam konteks ini, cara kerja Saishunkan Pharmaceutical cukup sejalan dengan tren kecantikan bersih (clean beauty) yang juga ramai dibahas di media dan komunitas kecantikan.
Salah satu faktor yang membedakan Saishunkan Pharmaceutical dari banyak brand lain adalah sistem penjualannya yang sangat terstruktur. Domohorn Wrinkle tidak langsung dijual penuh kepada pelanggan baru. Alih-alih, mereka menerapkan sistem trial set terlebih dahulu yang hanya bisa dipesan melalui situs resmi.
Alurnya sebagai berikut:
Pendekatan ini tampak berlawanan dengan praktik pemasaran agresif yang lazim, di mana brand mendorong pembelian sebesar mungkin sejak awal melalui diskon atau bundling. Di sisi lain, model trial-first memberi sinyal kuat bahwa Saishunkan Pharmaceutical percaya diri pada kualitas produknya. Perusahaan seakan berkata, “Coba dulu, baru putuskan.”
Bagi pembaca Indonesia, model seperti ini menarik untuk dikaji, mengingat pasar lokal masih sering dibanjiri klaim bombastis dan gimmick pemasaran. Sistem yang menuntut konsumen merasakan dulu sebelum berkomitmen dapat menjadi rujukan bagaimana edukasi dan kejujuran produk ditempatkan di depan.
Debut di HKTDC Beauty & Wellness Expo 2026 juga menjadi ajang bagi Saishunkan Pharmaceutical untuk menawarkan pengalaman yang sebelumnya hanya tersedia secara daring. Di booth mereka, pengunjung bisa:
Paket “Essential 4” sendiri berisi empat item inti perawatan kulit yang dirancang sebagai fondasi rutinitas anti-aging. Sementara itu, paket 7 produk menawarkan pengalaman lebih lengkap untuk mencoba sistem perawatan Domohorn Wrinkle selama tiga hari. Satu catatan teknis, produk Bubble Facial Pack tidak dapat dikirim ke luar negeri karena keterbatasan regulasi penerbangan terkait gas cair yang digunakan untuk menghasilkan busa.
Bagi para pelaku industri dan penggemar skincare, model booth semacam ini bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga laboratorium mini untuk mengamati bagaimana konsumen bereaksi terhadap tekstur, aroma, hingga sensasi di kulit. Hal-hal yang sulit tertangkap lewat penjualan online semata.
Dalam komentarnya, Ms. Kidera selaku pejabat yang bertanggung jawab atas pameran tersebut, menyoroti isu yang sangat relevan untuk kawasan beriklim lembap seperti Hong Kong — yang juga dialami di banyak kota di Indonesia. Menurutnya, banyak warga Hong Kong merawat kulit dengan serius, tetapi menghadapi tantangan akibat kelembapan tinggi dan paparan AC yang konstan.
Kombinasi udara lembap, suhu luar yang panas, dan suhu dalam ruangan yang dingin karena AC menciptakan kondisi yang:
Dalam konteks ini, produk anti-aging yang dirancang untuk menjaga kemampuan alami kulit memperbaiki diri menjadi relevan, bukan hanya untuk Hong Kong, tetapi juga bagi negara tropis seperti Indonesia. Banyak perempuan dan laki-laki Indonesia yang bekerja di kantor ber-AC sepanjang hari, namun harus berhadapan dengan panas dan polusi saat di luar ruangan. Kondisi tersebut mirip dengan yang digambarkan oleh Ms. Kidera.
Bagi pembaca yang tertarik mendalami tren kecantikan dan gaya hidup sehat, kami juga mengulas berbagai dinamika serupa di kanal Gaya Hidup akhunku.com.
Langkah Saishunkan Pharmaceutical masuk lebih jauh ke pasar Hong Kong melalui pameran ini dapat dibaca sebagai bagian dari strategi khas banyak merek Jepang: mengutamakan reputasi dan kepercayaan jangka panjang sebelum melakukan ekspansi agresif ke luar negeri. Dengan basis kuat di Jepang dan sistem penjualan online yang rapi, kehadiran fisik di pameran menjadi langkah logis untuk mempertebal image premium dan terpercaya.
Dari perspektif bisnis dan branding, ini sejalan dengan pola yang terlihat pada beberapa brand Jepang di sektor lain — mulai dari makanan, elektronik, hingga otomotif — yang umumnya fokus pada:
Referensi tentang pendekatan industri kosmetik Jepang secara umum dapat ditemukan di sejumlah laporan dan artikel analitis, misalnya di laporan Reuters mengenai pemain besar kosmetik Jepang. Meski fokusnya pada perusahaan berbeda, dinamika pasar dan standar kualitas yang dihadapi relatif serupa.
Bagi Indonesia, kehadiran merek seperti Saishunkan Pharmaceutical di panggung regional memperkaya peta persaingan. Industri kosmetik lokal yang tengah berkembang pesat dapat belajar dari cara perusahaan ini membangun cerita merek, menjaga kualitas, serta mengkomunikasikan filosofi produk secara konsisten. Di sisi lain, konsumen mendapat lebih banyak pilihan produk berkualitas dengan pendekatan ilmiah yang teruji.
Tren global menunjukkan pergeseran dari sekadar kosmetik dekoratif ke arah skincare berbasis sains. Domohorn Wrinkle sebagai produk utama Saishunkan Pharmaceutical berada tepat di jalur ini: menggabungkan bahan alami pilihan dengan riset laboratorium yang serius.
Produk-produk mereka dirancang bukan hanya untuk “menutupi” masalah kulit, tetapi untuk membantu mengoptimalkan kemampuan kulit memperbaiki diri. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip skin health first yang makin populer, termasuk di kalangan komunitas kecantikan Indonesia yang aktif berdiskusi di media sosial dan forum daring.
Dalam beberapa tahun terakhir, pembaca dapat melihat bagaimana topik seperti anti-aging, skin barrier, dan cosmeceuticals menjadi lebih sering diangkat, termasuk di kanal Kesehatan akhunku.com. Di titik inilah, merek seperti Saishunkan mendapat momentum, karena pendekatannya tidak muncul tiba-tiba, melainkan berangkat dari riset jangka panjang.
Di pasar yang dipenuhi merek Korea, Eropa, dan Amerika, Saishunkan Pharmaceutical memilih untuk tidak terjun dalam perang harga atau perang kemasan semata. Domohorn Wrinkle diposisikan sebagai rangkaian anti-aging yang bersandar kuat pada:
Pendekatan seperti ini disebut-sebut sebagai salah satu kunci ketangguhan brand Jepang di tengah gempuran tren cepat yang mudah datang dan pergi. Bagi konsumen cerdas, terutama di kalangan menengah atas di Asia, faktor kepercayaan, konsistensi, dan bukti nyata sering kali lebih penting daripada sekadar sensasi viral jangka pendek.
Debut Saishunkan Pharmaceutical di HKTDC Beauty & Wellness Expo 2026 bukan sekadar keikutsertaan sebuah perusahaan di pameran kecantikan. Ini adalah pernyataan bahwa brand yang dibangun di atas fondasi filosofi kuat, riset serius, dan hubungan jangka panjang dengan konsumen kini siap melangkah lebih jauh di pasar Asia.
Bagi pembaca Indonesia, perjalanan Saishunkan Pharmaceutical menawarkan banyak pelajaran: tentang pentingnya kualitas di atas gimmick, tentang keberanian mengandalkan sistem trial set, dan tentang bagaimana sebuah merek bisa tumbuh pelan tapi pasti melalui kepercayaan yang terukur. Di tengah tren kecantikan yang terus berubah, pendekatan seperti ini berpotensi menjadi salah satu model yang patut dicermati untuk masa depan industri skincare anti-aging di kawasan ini.